HSRP (Hot Standby Redudancy Protocol)

                                                     -HSRP (Hot Standby Redudancy Protocol)-


HSRP merupakan salah satu cisco propitary, yang mana HSRP ini hanya dapat berjalan di network yang menggunakan router cisco. kita akan mengkonfigursikan high avaibaility protocol HSRP yang mana kita akan membuat suatu virtual link kemudian membuat gateway backup untuk jalur cadangan dan di saat link utama putus maka gateway akan berganti otomatis ke link backup.


sebelum ke konfigurasi, kita akan tambahkan ip pada setiap router dan PC.

-R1

R1(config)#int fa0/0

R1(config-if)#no sh

R1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0


R1(config)#int fa0/1

R1(config-if)#no sh

R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0



-R2


R2(config)#int fa0/0

R2(config-if)#no sh

R2(config-if)#ip address 20.20.20.2 255.255.255.0


R2(config)#int fa0/1

R2(config-if)#no sh

R2(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.0



-R3


R3(config)#int fa0/0

R3(config-if)#no sh

R3(config-if)#ip address 20.20.20.1 255.255.255.0


R3(config)#int fa0/1

R3(config-if)#no sh

R3(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0



Setelah itu kita konfigurasikan Trunk pada switch


Switch(config)#int fa0/1

Switch(config-if)#switchport mode trunk


Switch(config)#int fa0/2

Switch(config-if)#switchport mode trunk



Sebelum kita mengkonfigurasikan high avaibility kita harus mengkonfigurasikan terlebih dahulu NAT dan default routing pada R1 dan R3, agar PC1 dapat mengakses PC2(server).



-R1


R1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.10.10.2

R1(config)#access-list 1 permit any

R1(config)#ip nat inside source list 1 interface fa0/0 overload

R1(config)#int fa0/1

R1(config-if)#ip nat inside

R1(config-if)#int fa0/0

R1(config-if)#ip nat outside


-R3


R3(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 20.20.20.2

R3(config)#access-list 1 permit any

R3(config)#ip nat inside source list 1 interface fa0/0 overload

R3(config)#int fa0/0

R3(config-if)#ip nat outside

R3(config-if)#int fa0/1

R3(config-if)#ip nat inside



Apabila sudah menambahkan NAT, kita dapat coba ping dari PC1 ke PC2(server).



Apabila sudah dapat PING ke PC2 (server),  maka kita dapat mengkonfigurasikan High avaibility HSRP apabila link/gateway di R1 putus maka kita dapat alihkan ke link/gateway yang berada di R2 sebagai jalur cadangan.



R1(config)#int fa0/1

R1(config-if)#standby 1 ip 192.168.1.254

R1(config-if)#standby 1 preempt


R3(config)#int fa0/1

R3(config-if)#standby 1 ip 192.168.1.254

R3(config-if)#standby 1 preempt



Setelah kita buat HSRP maka kita dapat cek terlebih dahulu HSRP yang telah kita buat tadi.





pada router 1 state nya active, karena router 1 menjadi jalur utama, sedangkan pada router 3 state nya standby yang berarti router 3 menjadi jalur cadangan/ backup. R1 & R3 memiliki jalur virtual ip yang kita buat, yaitu 192.168.1.254


sekarang kita akan traceroot dari PC1 ke PC2 (server), untuk melihat jalur mana yang dilewati.




dapat dilihat, paket melewati jalur router 1 yang memiliki ip 192.168.1.1


maka bagaimana jika jalur router 1 kita putus/ shutdown?


langsung saja kita akan coba shutdown jalur 1


R1(config)#int fa0/1

R1(config-if)#shutdown


setelah itu kita akan trace kembali, apakah paket akan berpindah jalur?


maka hasilnya paket akan berpindah jalur, melewati router 3 dengan ip 192.168.1.2

Komentar

Postingan Populer